
Gambar suasana kuliah Antropologi Kebudayaan Dayak di gedung Jurung-ID
Tingkatkan Pemahaman dan Pengetahuan Kebudayaan Dayak bagi Mahasiswa melalui Riset dan kajian, ID bekerjasasama dengan Prodi Antropologi Fisip UNTAN gelar Kuliah Umum Antropologi Kebudayaan
Pontianak--Kamis (6/12/2018) ID, anggota GPPK dikunjungi 40-an para muda laki-laki dan perempuan berjaket biru. Mereka adalah mahasiswa PRODI Antropologi FISIPOL UNTAN, berkunjung dalam rangka kuliah bersama praktisi ID. Kuliah bertema “AJJ Goes To BNPB and Dayakologi: Kuliah Bersama Praktisi” ini diikuti oleh 47 peserta, tediri dari mahasiswa dan dosen PRODI Antropologi FISIP UNTAN Pontianak serta aktivis Institut Dayakologi.
Dalam kuliah itu, John Bamba, praktisi ID dan ketua GPPK (Gerakan Pemberdayaan Pancur Kasih) berbagi tentang pengalaman Institut Dayakologi yang konsisten menyelamatkan kebudayaan Dayak. Menurut pendiri dan peneliti ID itu, ada 3 elemen utama yang memiliki kaitan penting terhadap eksistensi kebudayaan Dayak, yakni Hutan, Tanah dan Air. "Keberlangsungan kebudayaan Dayak sangat bergantung pada 3 elemen tersebut," jelasnya. Dia menambahkan bahwa ID terbuka untuk bekerja sama dengan para peneliti dan PRODI FISIPOL UNTAN dalam melakukan kajian-kajian kebudayaan, khususnya lagi kebudayaan Dayak. John menyampaikan setidaknya ada 3 karya riset monumental ID yang telah dipublikasiksn, yakni riset tradisi lisan, riset keanekaragaman plant genetic dan etnolinguistik yang dilakukan dengan masuk-keluar kampung dalam waktu yang cukup lama. Dia mengimbau agar para mahasiswa serius memberikan perhatian dalam riset kebudayaan dan kerja sama dapat ditingkatkan lagi ke depannya.
Kuliah yang dimoderatori oleh antropolog dan aktivis ID, yakni R. Giring itu terlaksana atas kerja sama antara PRODI Antopologi FISIPOL UNTAN dengan Institut Dayakologi. Tujuannya seperti dijelaskan Agus Yuliono, M. A. dan Galuh Bayuardi, M. Si., selaku dosen pendamping para mahasiswa tersebut, adalah mengenalkan lebih rinci kepada mahasiswa, bagaimana ilmu antropologi berfungsi dalam pengkajian kebudayaan, serta menjalin komunikasi dan kerjasama antara Prodi Antropologi Sosial dengan Institut Dayakologi. "Kami berterima kasih kepada ID atas kuliah ini. Banyak hal yang kami peroleh. Mahasiswa antropologi memperoleh banyak perspektif dari praktisi Institut Dayakologi yang dapat dieksplorasi ke dalam riset-riset kebudayaan di KalBar ini," kata Agus saat mengakhiri perkuliahan bareng praktisi tersebut.
Teks & Foto: Yr