Buku Dayak Bukit

In stock

Special Price IDR 30000

Judul: DAYAK BUKIT; Tuhan, Manusia, Budaya. TPenulis: Maniamas Miden S. Penerbit: Institut Dayakologi. Cetak 1, Februari 1999. Jumlah Halaman: 88

Inilah pandangan suku Dayak Bukit terhadap Tuhan Yang Maha Esa. artinya satu Ene' Daniang dengan tujuh oknum kuasanya tetapi satu keadaannya. Pada umumnya Dayak Bukit tidak pernah mengatakan bahwa Tuhan itu adalah Bapak. Oleh karena itu oleh suku Dayak Bukit, bahwa Tuhan itu disebut Ene' (nenek). Karena dengan panggilan Nenek, sebagai panggilan yang sangat menghormati pada seorang setara umurnya dengan umur Nenek kita. Alasan lain mengapa Ene’ Daniang itu kita sebut Nenek, karena Ene’ Daniang-lah yang menciptakan manusia yang pertama ialah Nor Adam dan Siti Awa.

Lalu hasil pernikahan Nor Adam dengan Siti Awa hingga melahirkan anak-anaknya yang disebut manusia. Artinya manusia yang sekarang ini adalah anak-anak Nor Adam. Dan Nor Adam adalah anaknya Ene’ Daniang anak-anak Nor Adam. Dan Nor Adam adalah anaknya Ene’ Daniang atau sebaliknya, Ene’ Daniang adalah bapaknya Nor Adam, lalu Nor Adam adalah bapaknya manusia. Jadi selayaknya kita menyebut Tuhan itu dengan sebutan Ene’ Daniang. Karena kita memang cucu dari dari padanya. Andai kata kalau kita menyebut Tuhan itu bapak, artinya kita menyamakan derajat Ene’ Daniang dengan Nor Adam. Jadi layaklah kalau kita menyebut Tuhan itu Ene’ Daniang karena kita anaknya Nor Adam. Sedangkan Nor Adam adalah adalah anaknya Ene’ Daniang.